Jumat, 13 Februari 2015

Happy Valentine Day






Ungkapkan rasa kasih sayang kepada orang yang disayangi, baik pacar, pasangan suami istri, orang tua, anak-anak atau kepada siapa pun yang dianggap special tidak hanya berlaku di tanggal keramat 14 Februari. Ungkapan rasa dan kata sayang untuk orang-orang yang kita cintai hendaknya diimplementasikan setiap saat.

Pada hakikatnya, kasih sayang kepada orang yang kita cintai tidak mesti harus diungkapkan dalam bentuk ungkapan kata-kata romantis nan puitis. Kasih sayang dapat diungkapkan melalui berbagai hal yang membuktikan kasih sayang dan cinta kita kepada mereka. Dan hal yang terpenting adalah berusahalah untuk mengungkapkan isi hati anda dengan apa adanya  dengan cara yang kreatif.

# Happy Valentine Day #

Senin, 02 Februari 2015

Culture Cycle "Dalihan Natolu" Must Go On




    Dalihan Natolu (Batak Toba) atau Tolu Sahundulan (Batak Simalungun), merupakan struktur teratas dari sistem kekerabatan orang Batak. Nomenklatur Dalihan Natolu dapat diinterprestasikan sebagai tungku atau dudukan (hundulan), dimana dalam kerangka struktur kekerabatan tersebut terdiri dari tiga posisi penting (Natolu) dalam kekerabatan orang Batak. Struktur tersebut terdiri dari:

      Somba Marhula-hula
Somba artinya hormat, sedangkan hula-hula adalah keluarga laki-laki dari pihak istri atau ibu Somba marhula-hula berarti seseorang itu harus hormat kepada keluarga pihak istri atau ibu yang tujuannya adalah supaya memperoleh keselamatan dan kesejahteraan.

        Manat Mardongan Tubu
Manat artinya hati-hati, sedangkan Dongan Tubu dapat diartikan sebagai kelompok atau saudara semarga atau dapat dikatakan juga sebagai kelompok orang yang posisinya sejajar. Manat mardongan tubu artinya menjaga persaudaraan yang tujuannya terhindar dari perseteruan/percekcokan.

        Elek Marboru
Elek dalam bahasa batak dapat diartikan mengasihi. Boru merupakan kelompok orang dari saudara perempuan kita, dan pihak marga suaminya atau keluarga perempuan dari marga kita. Jadi Elek marboru maksudnya saling mengasihi supaya mendapat berkat atau pasu-pasu.


Dalihan Natolu ibarat sebuah culture cycle yang tak akan henti-hentinya sepanjang Orang Batak masih ada di bumi ini. Terbukti sepanjang proses kehidupan yang dimulai dari kelahiran, perkawinan sampai dengan kematian, ketiga struktur palsafah Budaya Batak Dalihan Natolu tersebut selalu hadir setiap saat.

Senin, 26 Januari 2015

Ikutan Lelang, Turut Berkontribusi Ke Negara




Masih ingat dengan Gayus Halomoan Partahanan Tambunan? Terpidana kasus korupsi dan pencucian uang beberapa tahun lalu yang telah divonis hukuman penjara selama 31 tahun dan dimiskinkan dengan cara merampas seluruh aset  hasil pencucian uang tersebut ke negara.

Di penghujung tahun 2014 yang lalu, tepatnya 23 Desember 2014 Direktorat Jendaral Kekayaan Negara (DJKN) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta IV telah melelang 3.100 gram emas 99 karat dan sebidang tanah seluas ± 260 m2 berikut bangunan rumah mewah yang terletak di Kelapa Gading-Jakarta Utara. 

Dari hasil pelelangan kedua barang rampasan milik terpidana gayus tersebut memberikan kontribusi pengembalian kerugian negara sebesar Rp 7,77 Milyar. Pelelangan harta rampasan tersebut dilaksanakan berdasarkan permintaan Kejaksaan Agung sehubungan sudah incracht nya perkara  yang melilit Gayus di Pengadilan.

Penjualan dimuka umum melalui lelang atas barang rampasan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan DJKN dalam hal pemberantasan korupsi sekaligus mengembalikan kerugian negara melalui hasil lelang sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetor ke kas negara.

DJKN juga berkontribusi memberikan pendapatan negara melalui pelaksanaan lelang barang Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa waktu lalu bersempena dengan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional yang dilaksanakan di Grha Sabha UGM pada tanggal 9-12 Desember 2014. 

DJKN melalui KPKNL Yogyakarta berhasil melelang barang-barang gratifikasi hasil penyitaan penyidik KPK dari penyelenggara dan pejabat negara. Dalam sekejap dan tanpa disadari sesungguhnya masyarakat Yogyakarta telah berkontribusi ke Negara hampir Seratus Juta Rupiah saat itu. Selain memberikan kontribusi ke kas negara, masyarakat juga dapat memiliki barang bagus  dengan harga murah.




KPKNL Yogyakarta pada Tahun Anggaran 2015 akan melaksanakan lelang barang berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak baik yang berasal dari eksekusi hak tanggungan, lelang penghapusan dan Bongkaran yang berasal dari permohonan Kementerian Lembaga, lelang sukarela, lelang barang rampasan dan sitaan.



Keberhasilan DJKN/KPKNL dalam meningkatkan penerimaan negara bukan pajak tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan lelang yang ada.